Hanya Rak Al-Quran & Taklim Tetap Utuh Dan Berdiri Dalam B4nj!r t3rburuk Di Hulu Langat Semalam Yang T3ngg3lam Seluruh Rumah, Masyaallahhhh..

Allah Allah meremang bulu roma, semua barang perabut termasuk peti rebah tika banjir t3rburuk smlm menenggelam kan hingga ke atap,*hanya rak Quran & taklim tetap utuh,

masyaallahhhh…Kejayaan sebenar hanya pada Kalamullah Kalamurrasul…❤️Rumah cik Fiza, d hulu Langat , bonda asatizah kami❤️

Saat ini kita memasuki musim hujan. Pada musim ini, banjir pun kerap melanda berbagai Bandar di Malaysia.

Di dalam al-Qur’an, banjir pernah menelan korban jiwa kaum ‘Ad, negeri Saba’ dan kaumnya Nabi Nuh. Peristiwa ini dapat kita telaah dalam beberapa ayat al-Qur’an di antaranya surah Hud ayat 32-49, surah al-A’raf ayat 65-72, dan surah Saba ayat 15-16.

Secara teologis, awal timbulnya banjir tersebut karena pembangkangan umat manusia pada ajaran Tuhan yang coba disampaikan para Nabi.

Namun, secara ekologis, bencana tersebut bisa diakibatkan ketidakseimbangan dan disorientasi manusia ketika memperlakukan alam sekitar.

Dalam konsep neo teologi, banjir bukanlah sekedar musibah kemurkaan Allah kepada umat manusia. Akan tetapi banjir juga bisa merupakan fenomena ekologis yang disebabkan oleh perilaku manusia dalam mengelola lingkungan,

menentang sunnah lingkungan. Kerangka acuan teologisnya didasarkan pada catatan ayat-ayat banjir dalam al-Qur’an, “Bukanlah Kami yang menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri,

(disebabkan) citra (kondisi) lingkungan mereka tidak mampu menolong di saat banjir, bahkan mereka semakin terpuruk dalam kehancuran,” (QS. Hud: 101).

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. al-Baqarah: 147)

Rasulullah ﷺ bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Sumber: facebook Farah Zaujah Tarmizi